Tradisi ‘Bermain’ Sabung Ayam

Tradisi ‘Bermain’ Sabung Ayam

bineka.id - Politisi Partai Gerindra Provinsi Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko terlihat bermain sabung ayam di Kenjeran Park, Surabaya. Eits, sabung ayam ini bukan judi seperti dalam pemikiran kita. Sabung ayam ini non judi yang resmi diadakan oleh Paguyuban Penggemar Ayam Indonesia (PPAI).

"Jika hobi jangan dibuat judi, ini murni tujuan budaya dan menggairahkan ekonomi. Sebetulnya ayam laga tidak hanya kontesnya saja tapi pemberdayaan ekonomi dari stakholder kita dorong, dari mulai peternak ayam, pakan ayam dan properti yang lain itu luar biasa," kata Heri, yang juga menjabat sabagai Wakil DPRD Provinsi Jawa Tengah, Minggu (18/9/2016).

Menurutnya, jika burung dara bisa dikonteskan, sapi juga di pentaskan, maka ayam juga bisa di kontes ketangkasannya. "Ayam laga ini suatu budaya nenek moyang kita, kenapa persoalan-persoalan ini selalu dianggap judi," ucap Heri.

Sementara, Ketua Panitia PPAI, Roy Liemanto pada wartawan, kediatan ini diikuti peserta dari beberapa wilayah di Indonesia, diantaranya Sidoarjo, Bekasi, Semarang, Sumatra, dan Sulawesi. Pihaknya juga memastikan tidak ada unsur judi. "Tidak ada unsur perjudian sama sekali, dan tahapan yang paling utama ini, adalah hobi yang hanya untuk melestarikan budaya," ujarnya bersama panitia lain, Jebby Ari di sela-sela kegiatan.

Dalam kontes Mbah Joyo Cup kali ini, diikuti oleh 300 ayam dengan 24 tim. Panitia telah menyiapkan hadiah. Diantaranya 4 motor, televisi, barang elektronik lain dan tropi.

Untuk diketahui, sejumlah literatur menyebut sejarah sabung ayam atau adu ayam jago di Indonesia pada mulanya adalah ritual dalam acara keagamaan. Gelar ayam jantan dari timur, disandang Raja Kesultanan Gowa Di Sulawesi, Sultan Hasanudin. Mitologi adu ayam di bumi nusantara ini dikenal sejak abad 16.

Di Jawa Timur, secara gamblang mengisahkan arena sabung ayam di Kerajaan Jenggala. Dalam kisah, ayam aduan milik Cindelaras mampu mengalahkan ayam jago milik Raja Jenggala, Raden Putra.

Sedangkan di Bali, tradisi sabung ayam dikenal dengan istilah Tajen. Berdasarkan prasati Batur dan Prasasti Saka, sabung ayam dalam upacara bertujuan untuk mengadakan pertarungan suci, bertujuan untuk mengagungkan dan mengharmoniskan hubungan manusia dengan Budha yang agung. (Sa)

Memanfaatkan Momen Ceng Beng